subscribe: Posts | Comments

Kaum Darwis dan Penunggang Unta

0 comments
Kaum Darwis dan Penunggang Unta

Ketika kami menuju ke selatan Arab, kaum darwis bertelanjang kaki dan tanpa penutup kepala akan bergabung dengan kafilah kami di Kufah (sebelah utara).

Kulihat bahwa ia tidak memiliki uang sepeser pun, tapi ia terus melangkah dengan pasti, sambil bersyair:

Aku membebani unta

ataukah aku membawa beban unta?

Aku menguasai, ataukah aku dikuasai?

Apakah aku memiliki kegelisahan tentang Masa Lalu,

Kini atau Masa Datang?

Sepenuhnya aku bernafas,

sepenuhnya aku menjalani kehidupan.

Seorang pedagang yang menunggang una, menganjurkannya untuk kembali. Jika tidak, si darwis akan meninggal karena menderita dan kekurangan makanan.

Mengabaikan suara tersebut, si darwis terus melangkah.

Ketika kami sampai di oase Bani Hamut, si pedagang meninggal.

Si darwis menyediakan tandu sambil berseru:

Aku tidak mati karena penderitaanku;

Tapi kau, di atas untamu telah meninggal dunia.

Si bodoh menyalakan lampu di siang hari. Malamnya mereka beranya-tanya mengapa idak ada cahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This