subscribe: Posts | Comments

Ambisi

1 comment
Ambisi

Sepuluh kaum darwis dapat tidur di bawah satu selimut; tapi dua raja tidak dapat memerintah di satu wilayah. Orang yang menahan diri akan memakan separuh roti, dan memberikan separuh lainnya kepada kaum darwis. Penguasa mungkin memiliki sebuah kerajaan, tapi berambisi untuk menguasai dunia.

Ilustrasi diatas adalah gambaran tentang pandangan manusia terhadap dunia apabila dilihat dengan kacamata ambisi. Ambisi membuat segala pencapaian yang telah diraih menjadi tidak berarti. Ambisi membuat rejeki yang telah diberikan Allah SWT menjadi hal yang tidak perlu disyukuri.

Ambisi berbeda dengan cita-cita. Cita-cita merupakan harapan yang ingin diraih. Cita-cita membuat manusia berusaha sebaik mungkin dan berdoa untuk mendapatkan hasil terbaik. Sebaliknya, ambisi membuat manusia menginginkan hasil yang tebaik, serta beranggapan bahwa keinginan tersebut harus diraih.

Dalam pewayangan, para wali menggambarkan ambisi dalam tokoh Mbilung. Diceritakan bahwa Semar dan Togog akan diturunkan ke dunia. Kedua tokoh tersebut lalu ditanya, “Apakah sahabat terbaik manusia?“. Togog menjawab, “Sahabat terbaik manusia adalah ambisi.“. Sedangkan Semar menjawab, “Sahabat terbaik manusia adalah bayangannya.“.

Sejak saat itu tokoh Togog selalu ditemani sesosok kecil makhluk yang kurus dan pendek yang dikenal dengan nama Mbilung. Sedangkan tokoh Semar selalu ditemani sesosok makhluk yang mirip dengan dirinya,

Demikianlah kebijaksanaan para wali nusantara untuk memberikan pelajaran kepada pengikutnya. Wayang yang awalnya merupakan penceritaan kisah-kisah dari kebudayaan Hindu, menjadi sarana dalam menyebarkan ajaran Islam. Dan memiliki nilai-nilai luhur dan simbol-simbol dalam memandang hidup dan kehidupan.

  1. Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This